1. Home
  2. /
  3. Artikel
  4. /
  5. Akibat Keringnya Pengkaderan

Akibat Keringnya Pengkaderan

May 18, 2022

Oleh : Ridwan Manan, S.Pd. M.Pd

Bermula dari diskusi setelah sholat jumat di kantor ta’mir masjid yang kami anggap masjid makmur, karena masjidnya besar jamaahnya banyak dan di dukung amal usaha yang bagus. Ternyata juga mengeluhkan kader-kader pelanjut di masjid dan organisasi.Ironisnya keringnya pengkaderan banyak terjadi di masjid dan organisasi yang lain.

Pentingnya Pengkaderan

Bung Hatta pernah menyatakan pentingnya pengkaderan dalam kontek kebangsaan ” bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanamkan bibit untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam” . Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung berlangsungnya organisasi kaderisasi mempunyai fungsi produksi dan regenerasi, proses regenerasi yang baik akan memproduksi dan mencetak kaderisasi yang baik.

Pengkaderan masa Rosululloh

Salah satu kesuksesan Rosululloh berdakwah dan pemimpin ummat selama 23 tahun adalah kaderisasi pemuda, mereka yang mempunyai potensi yang bagus, di didik, di latih di kembangkan bahkan di siapkan menjadi pemimpin ummat.
Dari Abu Barzah ra, Rosululloh bersabda ” sebaik-baik kalian adalah di masaku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya” (HR Buchori)

Kader-kader di masa Rosulullah banyak menorehkan tinta emas dalam pentas sejarah dunia. Sebut saja sahabat Rosulullah Abu Bakar sebagai pengganti Rosulullah, secara politik dengan kepemimpinan yang singkat mampu membuat kondisi kondusif dan meluaskan wilayah, Umar bin Khotob sebagai kholifah ke dua terbukti mampu menguatkan pengaruh Islam dan meluaskan kekuasaan Islam. Dan masih banyak sahabat hebat di berbagai bidang.
Kaderisasi dalam Islam adalah upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin yang hebat untuk hari esok dalam membangun dan meneguhkan identitas khoiru ummah

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.( QS.Ali Imron 110)

Dalam pengkaderan Rosululloh tidak sembarangan,menejemen yang tertib, teratur, disiplin, memberikan bimbingan, di latih dan contoh secara nyata. Dalam proses kaderisasi inilah kita lupa dan terlambat sehingga kaderisasi tidak berjalan dengan baik

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.(,Qs. As Shoff 4)

Semoga muncul lebih banyak kader generasi penerus pemimpin ummat dari proses kaderisasi di masjid, pondok pesantren, maupun organisasi.