1. Home
  2. /
  3. Artikel
  4. /
  5. Kebiasaan Baru Warga +62...

Kebiasaan Baru Warga +62 Di Era Covid-19

Oct 20, 2021

Assalamualaikum semuanya, bagaimana kabar kalian? Saya doakan dan berharap semoga dalam lindungan Allah Swt dan sehat selalu. Di era millennial sekarang ini, kondisi dan kebiasaan yang dilakukan pada zaman dahulu perlahan memudar. Apalagi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks membuat masing – masing dari kita yang katanya disebut sebagai warga +62 harus melakukan segala sesuatu dan mengaplikasikannya dengan cepat.

Akan tetapi, saat ini dunia sedang memasuki masa pandemi yang membuat aktivitas menjadi terbatas. Mengapa dikatakan terbatas? Karena semenjak adanya covid – 19 ini segala bentuk aktivitas yang biasanya dijalankan setiap hari di luar rumah diharuskan untuk melakukannya di rumah.

Telah hampir satu tahun kita menghadapi wabah ini entah sampai kapan berakhirnya. Banyak sektor industri mulai dari instansi negeri atau swasta mengalami gulung tikar karena terpaksa memberhentikan pegawainya, begitu juga dengan sektor lainnya di mana hampir seluruhnya ditutup untuk sementara waktu.

Jika dijabarkan secara gamblang semua yang kita hadapi saat ini semacam ujian dari Allah Swt agar umat manusia lebih mendekatkan diri dan bertaubat kepada-Nya. Secara tidak langsung dengan adanya kejadian ini kita menjadi lebih pintar dan bijak dalam melakukan segala sesuatunya. Adapun kebiasaan baru yang dilakukan warga +62 atau disebut era new normal setelah datangnya virus covid – 19 ini sebagai berikut :

  1. Sektor pendidikan. Mulai dari sekolah, universitas, atau instansi mulai mengurangi frekuensi aktivitasnya dengan menerapkan Sekolah Dari Rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR). Maka, siswa – siswi diharuskan untuk belajar di rumah sementara waktu dengan bimbingan guru jarak jauh. Guru memberikan arahan materi pembelajaran secara online atau webinar (ZOOM). Mau tidak mau, suka tidak suka orang tua pun juga harus mendukung kebijakan tersebut dengan cara mendampingi putra – putri nya untuk belajar di rumah, dan sebisa mungkin meluangkan waktu di jam – jam belajarnya.
    Otomatis, anak – anak juga harus dibekali dengan fasilitas sebagai penunjangnya yaitu handphone atau laptop karena hanya dari gawai tersebut aktivitas belajar – mengajar dapat berlangsung dengan lancar sehingga guru dapat memantau perkembangan pembelajaran mulai dari sekolah sampai absensi
  2. Sektor industri pun, kita lihat di televisi banyak karyawan yang dirumah tugaskan akibat pandemi ini. Dampaknya pun tengah dirasakan oleh kalangan bawah yang karenanya penghasilan mereka menjadi tidak menentu. Tak hanya kalangan bawah, akan tetapi juga dari para pemegang saham yang mana siklus ekonominya tidak beraturan. Akibatnya, diberlakukan sistem bekerja dari rumah atau disebut dengan Work From Home. Ada sisi positif maupun negatif dari kebijakan tersebut. Positifnya adalah mereka yang telah melek teknologi tidak akan perlu waktu lama dalam menerapkannya dan meminimalisir adanya penyebaran virus antara individu satu dengan yang lainnya. Sedangkan negatifnya adalah harus menyesuaikan jam kerja di kantor yang mungkin berbeda jika dikerjakan di rumah dan yang belum terbiasa dengan adanya perubahan terbaru
  3. Aktivitas rutin pun berubah secara drastis. Contohnya saja biasanya kita tidak atau jarang mencuci tangan, nah sekarang jadi membiasakan diri untuk melakukannya. Seakan – akan kepanikan dan kewaspadaan seperti melekat dalam diri kita menghadapi pandemi. Bagaimana tidak, mau makan harus cuci tangan, biasanya sebelum ada pandemi melanda mereka tidak terlalu memperhatikannya. Dalam Islam, kita diajarkan untuk mengedepankan kebersihan sebagian daripada iman agar senantiasa jiwa dan raga sehat wal’afiyat. Menurut Menteri Kesehatan, ada 5 langkah kaidah mencuci tangan yang benar yaitu a. basahi seluruh tangan dengan air bersih yang mengalir, b. ambil sabun antiseptik dan menggosokkan ke telapak tangan, punggung tangan, dan sela jari minimal 20 detik, c. Bersihkan bagian bawah kuku, d. Bilas seluruh tangan dengan air mengalir yang bersih, e. Keringkan tangan memakai handuk atau tissue dengan mengangin – anginkannya. Selain itu, di berbagai tempat sudah disediakan tempat untuk cuci tangan (wastafel)
  4. Ketika mengharuskan kita untuk keluar rumah, wajib memakai masker 3 ply atau double mask (masker medis). Alangkah lebih baik mengaplikasikan masker bersama dengan faceshield untuk meminimalisir penyebaran virus. Sekarang, banyak penjual berlomba untuk memproduksinya, ada juga konektor yang dibuat untuk perempuan, masker kain, atau masker sejenis dengan itu. Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkannya, bisa dibeli di toko atau secara online di marketplace
  5. Seperti yang kita ketahui bahwa virus corona menyebar dengan sangat cepat bagaikan bulu burung yang terbawa angin. Oleh karena itu, setiap dari luar rumah misal pulang dari sekolah, pastikan barang bawaan harus benar – benar steril dengan cara disemprot disinfektan. Karena kita tidak akan tahu apakah barang tersebut terkena debu dari luar atau tersentuh tangan orang yang mungkin terpapar virus. Setelah kita memegang barang bawaan, harus menyemprotnya dengan hand sanitizer supaya terlindungi. Di pusat perbelanjaan banyak menjual produk tersebut dengan berbagai kandungan yang aman digunakan
  6. Menjaga jarak minimal 1 meter untuk menghindari kerumunan atau indikasi adanya virus corona menyebar dengan begitu cepat jika saling berdekatan
  7. Pesan makanan lewat online misalkan Shopee Food atau Go Food. Tak akan perlu lama untuk memesannya, tinggal buka aplikasi, pesan makanan sesuai yang diinginkan, paket akan dikirimkan di depan rumah oleh kurir. Sekarang, warung makan sudah mulai beroperasi kembali namun peraturan diperketat dengan tidak makan di tempat (dibawa pulang/ take away)
  8. Olahraga. Di masa sekarang ini, banyak aktivitas dilakukan di rumah saja dan salah satu caranya adalah dengan olahraga minimal 15 menit, banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan seperti berjemur atau caring, workout, senam, meditasi, yoga, lari pagi di sekitar rumah, bersepeda, jogging, dan jenis olahraga lainnya. Keuntungan di balik olahraga di antaranya meningkatkan kebugaran tubuh, merilekskan pikiran dari kepenatan, meningkatkan imunitas, menyeimbangkan hormon dopamine yang membuat seseorang bahagia, dapat menurunkan berat badan (poin tambahan), mengurangi risiko penyakit kronis dan sebagainya
  9. Sebagai penunjang, kita juga harus menambah imun dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen dan tidak lupa susu sapi segar untuk menjaga kesehatan tubuh dari radikal bebas
  10. Tahukah kalian istilah panic buying? Baru – baru ini santer tersiar di seluruh dunia, di mana orang membeli kebutuhan sehari – hari dengan kalap (memborong tanpa memperhatikan biaya dan faedahnya). Hal ini pun tak baik karena menyebabkan kita menjadi konsumtif. Adapun tips jitunya kita harus membuat list atau daftar kebutuhan apa saja yang memang diperlukan agar tidak terjerumus ke perbuatan dzalim dan boros
  11. Menutup mulut dengan tangan ketika bersin. Kenapa hal tersebut menjadi begitu penting? Karena virus covid – 19 dengan cepat menyebar lewat hembusan napas dari satu orang ke lainnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakai masker
  12. Tidur tepat waktu atau begadang? Tahukah kalian bahwa kualitas tidur pun juga menentukan seseorang itu mudah terserang virus covid – 19 atau sebaliknya. Karena menurut penelitian yang sudah dilakukan berbagai peneliti jika manusia tidur dengan waktu yang cukup minimal 6 – 9 jam dalam sehari maka imunitas pun akan seimbang. Tidak disarankan untuk begadang atau tidur terlalu larut karena bisa menyebabkan ketidakstabilan kesehatan tubuh
  13. Menyemprot paket dari kurir dengan disinfektan, karena apa? Virus covid – 19 mudah sekali tertular lewat barang dari luar yang kita pegang. Maka dari itu, setelah menerima paket langsung semprot dan keringkan selama 15 menit dan sesegera mungkin cuci tangan menggunakan sabun
  14. Tradisi yang kental di sekitar kita semenjak ada pandemi ini adalah tak saling jabat tangan. Bukan tanpa alasan, dalam ajaran Islam dianjurkan untuk melakukannya terutama terhadap wanita dengan laki – laki yang bukan mahram
  15. Menonton televisi sepanjang hari karena aktivitas yang kebanyakan dilakukan di rumah sehingga membuat biaya rumah tangga menjadi membengkak
  16. Jam malam yang diperketat sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo bahwa pengendara motor maupun mobil hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB untuk mengantisipasi adanya kerumunan di jalan raya. Adapun motor yang melintas di luar plat area, wajib membawa surat izin dari ketua RT setempat
  17. Tidak menggunakan peralatan pribadi secara bersamaan misalkan peralatan mandi, peralatan sekolah, peralatan kantor, dan berbagai barang pribadi di rumah
  18. Rajin cek suhu tubuh. Kita terlalu panik dengan kondisi dan situasi, sedikit sedikit cek tensi lah, cek lab lah, cek dahi apa suhu tubuhnya panas atau tidak. Memang perlu tindakan dini sesegera mungkin karena gejala awal covid – 19 ini ditandai dengan panas bersuhu di atas 37 derajat celcius. Segera periksakan ke dokter jika terjadi gejala tersebut
  19. Pembelajaran telah diberlakukan kembali di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas setelah mendapatkan instruksi dari pemerintah. Untuk jam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) diterapkan hanya 5 jam sehari dalam sebulan
  20. Vaksin covid – 19 menjadi tren yang paling ampuh untuk menanggulangi terjangkitnya virus menyerang tubuh kita. Selain itu, peraturan pemerintah saat ini yaitu harus membawa surat vaksin ketika akan pergi ke pusat perbelanjaan atau bepergian
  21. Mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna yaitu nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah buahan, dan susu. Mengontrol asupan gizi juga perlu diperhatikan karena dapat mencegah tubuh dari segala penyakit
  22. Kita menyadari bahwa dari pandemi ini segala bentuk roda aktivitas mengalami berbagai perubahan besar salah satunya adalah resesi yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, cara untuk mengembalikan perekonomian tersebut yaitu bersedekah yang telah lama diajarkan oleh Rasulullah Saw kepada umat manusia. Di masa kini, sedekah dapat dilakukan melalui aplikasi sedekah online misal melalui OVO, www.kotakamal.org., GoPay donation, nurulhayat.org, zakatkita.org
  23. Rajin cek berita tentang covid – 19 yang biasanya disiarkan lewat sosial media, apakah berita tersebut benar atau sekadar hoax. Jangan sampai dari kita menyebarkan satu berita ke orang lain yang ternyata berita tersebut belum terbukti kebenarannya karena kita hidup di era yang penuh dengan fitnah. Sebab itu, budayakan untuk membaca dengan teliti dari setiap informasi yang kita dapatkan, tanyakan kepada orang yang lebih paham bila tidak mengetahui informasi yang sebenarnya.
  24. Membuka peluang masyarakat untuk berkarier secara online. Seperti yang kita ketahui di era covid – 19 banyak pekerjaan dan karyawan yang dirumahkan, dan kita dituntut untuk berpikir kritis dan inovatif salah satunya dengan cara berbisnis via online. Era teknologi seperti sekarang ini, bisnis online marak dilakukan demi mengembalikan penghasilan masyarakat yang tengah menurun. Adapun bisnis online yang banyak dijalankan saat ini :
    • Bisnis kuliner (frenchise, minuman, makanan kekinian, pentol gila, etc.)
    • Tour and travel (umroh dan haji)
    • Fashion (baju, mukena, baju anak2, sepatu, jilbab, gamis, tunic, tas totebag, etc)
    • Peti mati
    • Rental mobil / motor online
    • Buku (edukasi)
    • Content Writer
    • Bisnis Penjualan Artwork
    • Youtuber (ex : food vlogger, book vlogger etc)
    • Bisnis Pembuatan Jasa Edit Foto (Desain Grafis)
    • Bisnis Pulsa, token, listrik, bpjs, internet
    • Biro jasa iklan
    • Penerjemah bahasa (Translater)
    • Berinvestasi Saham
    • Bisnis Pengembang Software
    • Freelance Writer
    • Bisnis Online menjual e – book dll
  25. Semenjak virus ini bertandang ke Indonesia, masyarakat mulai memperbaiki gaya hidupnya salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal yang bisa diracik sendiri di rumah seperti wedang uwuh, rebusan jahe + serai + kunyit, teh jahe merah, air kelapa, jamu temulawak, dan teh jeruk nipis. Biasanya orang tua kita menyediakan minuman herbal ini ketika pagi hari di saat tubuh belum terisi makanan berat untuk menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh